“AiR SoFt GuN”

Posted in Uncategorized on Februari 18, 2009 by edoel29

Pengertian Airsoft secara umum adalah kesenangan/hobbyairsoft-gun-2 mengumpul kan atau mengkoleksi senjata tiruan (replika). Pada dasarnya, kesenangan ini dimulai dari Amerika tetapi kemudian justru berkembang pesat di Jepang, Hongkong Taiwan dan Korea. Perkembangan pesat di Asia tersebut didukung oleh pesatnya perkembangan industri airsoft dan kolektor/hobbyist disana.
Pada awalnya, senjata yang dikumpulkan adalah senjata yang tidak dapat digunakan atau hanya tiruan belaka, bahkan ukurannyapun beragam, waktu itu sepertinya kurang tepat juga untuk dapat dikatakan sebagai replika/tiruan. Baik dari bentuk, ukuran, berat maupun fungsi. Dalam perkembangannya, airsoft berkembang hingga dapat meniru bentuk dan tekstur aslinya, dan juga memiliki ukuran yang identik (1:1) dengan senjata api sebenarnya.

Senjata mainan ini terbuat dari plastik kualitas tinggi. Pada perkembangannya senjata mainan yang dibuat menggunakan bahan ABS Resin/ABS Plastics dan juga menggabungkan asesoris dan part dari bahan logam. Bahkan, senjata mainan jenis terakhir telah tersedia dalam bentuk dan fitur yang full metal!!
Senjata mainan ini mulai dapat memuntahkan proyektil peluru tiruan yang terbuat dari plastik berukuran 6mm. Berbentuk bulat, dan memiliki berat mulai dari .10gr s/d .45gr. Peluru .10gr banyak digunakan pada senjata mainan type lama yang memiliki tenaga (power) yang kecil, sedangkan type peluru .10gr s/d .25gr adalah peluru yang lazim digunakan dengan senjata mainan yang beredar sampai saat tulisan ini dibuat. Type peluru .30gr s/d .45gr biasanya terbuat dari material plastik khusus atau logam, biasanya digunakan pada senjata mainan yang telah dimodifikasi/di-upgrade.
Produsen mainan di Asia adalah produsen airsoft yang pertama kali mengembangkan sistim pegas untuk melontarkan peluru 6mm tersebut. Senjata yang pertama kali dibuat terbatas pada jenis pistol saja dan hanya dapat menembakan satu peluru saja per-tembakan. Saya sendiri pertama kali memiliki senjata jenis ini sekitar tahun 1987.
Senjata mainan jenis Smith & Wesson 9mm seperti dipakai dalam film Miami Vice ini membuat saya jatuh cinta kepada kemiripan dan kemampuan dan juga kesenangan dalam memainkan atau menimangnya.
Senjata mainan sistim pegas ini kemudian mulai banyak beredar di toko-toko mainan dan banyak dibeli oleh anak-anak maupun orang dewasa baik di Amerika, Asia, Eropa dan bahkan di Indonesia sendiri. Jenisnyapun semakin beragam, kita dapat menemukan Colt 45, Smith & Wesson, Beretta, Dessert Eagle, Cougar, dll. Jenis-jenis pistol terkenal seperti Walther, Glock dan H&K USP tidak ditemui pada saat ini.
Pada akhir 97-an, senjata mainan tersebut berkembang lagi. Tidak hanya pistol saja, tetapi jenis-jenis senapan ringan otomatis (SMG – Small Machine Gun) maupun senapan serbu (Rifles). Saat itu jenis-jenis senjata seperti H&K MP5-A3, M-16 A1, Scorpion, UZI, Ingram dan Urchin Extra (???) beredar juga di Indonesia.
Pada era tersebut pula perkembangan airsoft semakin pesat hingga dapat menggunakan gas khusus (CFC/HFC) sebagai tenaganya. Konsep gas ini sebenarnya meniru sistim senjata gas (airgun) yang sebenarnya, tetapi hanya menggunakan type gas khusus bertekanan rendah hingga hanya dapat memuntahkan peluru plastik 6mm tersebut.
Airgun yang sebenarnya (pistol angin/gas) bisa menembakan peluru logam dengan bentuk dan ukuran yang sama. Jenis-jenisnyapun semakin berkembang, saat itu beragam jenis pistol dan senapan mesin ditemukan menggunakan sistim gas ini, sayangnya untuk senapan mesin cenderung menjadi tidak realistik karena jika jenis pistol menggunakan magazine sebagai tempat penyimpan gas-nya, type senapan mesin justu menggunakan pipa yang terhubung pada tabung gas! *seperti pada kompor* X-)
Senjata mainan era akhir 90-an ini semakin canggih, realistik dan bertenaga. Dari segi beratpun semakin mirip dengan berat senjata aslinya. Bahkan semakin realistik dengan adanya penerapan sistim blowback(*) yang memberikan hentakan yang cukup besar ketika menembakkan senjatanya.
Akurasi penembakanpun semakin baik dengan berkembangnya sistim Hop-Up(*) yang membuat peluru dapat meluncur lurus pada jarak yang lebih jauh. Lalu sistim penembakannya-pun semakin baik, untuk beberapa type pistol bahkan dapat memuntahkan peluru secara otomatis, seperti pada senapan mesin yang sebenarnya. (*) Lihat Airsoft F.A.Q.
Jika pada jenis-jenis awal jarak efektif berkisar antara 5m s/d 10m jenis senjata mainan saat ini bisa mencapai jarak efektif 30m! Type yang dimodifikasi dapat meluncur efektif sampai jarak 50m!!! Rata-rata jarak efektif senjata mainan jenis pistol berkisar s/d 10m dan untuk jenis senjata mainan terakhir yang menggunakan tenaga elektrik, jenis senapan mesin ringan (SMG), senapan serbu (rifles) berkisar s/d 20m dan senapan jenis sniper s/d 30m.
Kecepatan peluru rata-rata berkisar antara 250fps (feet per-second) untuk type awal hingga 550fps type terakhir (kecepatan 350 fps keatas biasanya merupakan hasil modifikasi dan rata-rata dilarang di banyak negara). Jika saya coba konversikan, kecepatan peluru 250fps kira-kira sekitar 75m/detik dan kecepatan 350fps (kecepatan yang lazim untuk type-type senjata mainan saat tulisan ini dibuat) kira-kira sekitar 105m/detik!
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, senjata mainan ini-pun semakin berkembang lagi dengan mulainya penerapan teknologi elektronik pada senjata mainan. Dengan menggunakan komponen elektronik, dan tenaga listrik (tentunya) dan juga dengan part yang semakin canggih. Senjata mainan jenis ini biasa disebut AEG (Automatic Electric Gun). Senjata mainan ini dapat memuntahkan peluru secara otomatik dan elektronik! Senjata mainan jenis inilah yang dapat mencapai jarak efektif yang lebih jauh dan kecepatan yang lebih cepat seperti dijelaskan di atas.
Senjata jenis AEG ini biasanya menggunakan batere 8.4v s/d 12v (modifikasi) dengan kapasitas 600mAH s/d 3000mAH (modifikasi). Jenis batere yang lazim digunakan adalah jenis NiCD (seperti pada radio control) 8.4v s/d 9.6v dengan kapasitas standard 600mAH s/d 1300mAH.
Dengan tampilan yang sangat realistis dan akurat (jenis terakhir bahkan terbuat dari bahan logam), dan juga berat yang mirip senjata aslinya, rata-rata sekitar 70% s/d 80% atau 98% s/d 102% (untuk type full metal) dari berat senjata asli, kecepatan penembakan peluru yang juga semakin baik, juga sistim penembakan (trigger) yang juga menyerupai aslinya, membuat airsofting menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menyenangkan untuk dilihat, dipegang, ditimang, dipajang atau untuk dirawat/dipelihara.
More Powerfull, More Accurate, More Realistic, MORE FUN!
Kesenangan-pun semakin sempurna jika Anda menyukai aktivitas luar ruang (outdoor activity)! Airsoft gun Anda dapat digunakan sebagai sarana pelepas stress dengan bermain perang-perangan (skirmishing) dengan

army-gun

Mungkin Anda pernah dipamerkan sebuah senjata serbu yang tampangnya menyeramkan oleh rekan Anda. Tetapi begitu rekan Anda menekan triggernya, bukan kerasnya suara ledakan yang terdengar, melainkan suara lembut berbunyi rrrrrrrrrrrrrrrrrtttttttt.. saja. Sambil tertawa-tawa rekan Anda menjelaskan, bahwa senjata tersebut bukanlah senjata betulan, melainkan hanya mainan senjata replika airsoft gun yang menjadi semakin populer dewasa ini.
Kalau Anda perhatikan gambar diatas, sepintas mungkin Anda akan menyangka bahwa gambar diatas merupakan foto sebuah senapan serbu modern milik Angkatan Bersenjata Amerika, tapi kalau diperhatikan lebih jeli lagi, Anda akan melihat sebentuk kabel yang terhubung dari magazine kedalam badan senjata tersebut. Pada jenis tersebut, kabel tersebut menghubungkan batere sumber tenaga penggerak ke unit mekanik didalam airsoft gun tersebut. Hebat bukan??
Mainan senjata replika tersebut adalah airsoft gun. Airsoft gun adalah mainan senjata replika yang berukuran 1:1 dengan jenis senjata aslinya. Mainan replika airsoft gun mengadopsi beragam jenis senjata-senjata yang ada di dunia, baik dari jenis pistol, revolver, submachine gun, assault rifle, sniper rifle, shotgun sampai bazooka.
Walaupun termasuk kategori mainan, airsoft gun juga mampu memuntahkan peluru plastik bulat berukuran 6mm (biasa disebut bb, red.) baik secara satu persatu (single action), semi otomatis maupun full automatic.

Material inti dari airsoft gun sebagian besar terbuat dari bahan ABS resin (seperti bahan yang digunakan pada handphone), yang dikombinasikan dengan alluminum alloy, dan zinc.
Berat rata-rata jenis airsoft gun berkisar antara 70% hingga 90% dari berat senjata aslinya.
Kadangkala, supaya mendekati berat senjata aslinya, pada jenis-jenis tertentu, magazine pada airsoft gun jenis pistol dibuat dengan berat yang lebih berat ketimbang magazine senjata aslinya.

Digerakkan Oleh Hembusan Udara
Pada dasarnya, airsoft gun digerakkan oleh hembusan udara yang dihasilkan oleh piston yang digerakkan oleh pengokang pada jenis spring gun (SPG), oleh motor yang digerakkan oleh baterai pada jenis electric gun (EG: Electric Gun/AEG:Automatic Electric Gun) atau hembusan gas (freon) pada jenis Gas Blowback Gun (GBB).
Hembusan udara tersebut, memutar bb bulat berukuran 6mm dalam laras airsoft gun agar laju bb tersebut bisa semakin akurat. Fasilitas ini dinamakan fasilitas Hop-Up, yang sudah banyak diadaptasi oleh mainan airsoft gun dewasa ini.
Seperti dijelaskan pada uraian diatas, sistim penggerak pada airsoft gun membaginya menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu;
Spring Gun (SPG) – Penggerak dengan menggunakan sistim pegas/per.
Gas Blowback Gun (GBB) – Penggerak dengan menggunakan sistim gas, dan
Automatic Electric Gun (AEG) atau Electric Gun (EG) – Penggerak dengan menggunakan sistim motor yang digerakkan oleh baterai.

Mekanisme spring (pegas/per) biasanya diterapkan pada model-model airsoft gun jenis awal yang banyak diadaptasi pada mainan jenis pistol. Dengan menarik slide-nya, otomatis Anda mengokang pistol tersebut. Anda harus mengokang kembali pistol Anda jika Anda hendak menembakkannya kembali. Beberapa jenis pistol spring antara lain dari type Glock 17, Sig P228, Colt GM MKIV/70, H&K P7, dll.
Mekanisme jenis ini juga banyak diadaptasi untuk jenis bolt action rifle, seperti jenis APS2, M24 Police Sniper, M82 Barret, M1 Carbine, dll.
Jenis Gas Blowback Seperti namanya, jenis ini menggunakan gas untuk menghembuskan gas jenis freon (HFC 134/R22) yang akan meniupkan bb 6mm tersebut. Kelebihan jenis ini adalah efek hentakan (recoil) atau blowback yang ditimbulkannya bagi banyak penggemar menghasilkan sensasi yang tersendiri dibandingkan jenis lainnya.
Jenis GBB ini merupakan type airsoft gun paling populer karena banyak diterapkan pada jenis replika senjata laras pendek (pistol).
Jenis yang diproduksipun ratusan jumlahnya, replika dari senjata terkenal seperti Colt SAA, Deringer, S&W M249, Colt 1911-A1, Glock 17, Glock 26, Sig Sauer P226, Walther PPK/S, Walther P99, UZI, M11 Ingram (inzet), dan masih banyak lagi.
Image Percaya atau tidak, foto ini adalah foto airsoft gun M11 Ingram yang dibuat oleh KSC Corporation, Jepang.
Jenis Electric Gun merupakan Jenis terkini yang juga sangat populer. Disebut electric gun karena mekanisme pendorong tenaganya digerakkan oleh motor (dynamo) yang digerakkan oleh tenaga baterai yang mendorong piston untuk bergerak maju/mundur menghembuskan bb 6mm agra segera meluncur di dalam laras.
Jenis electric gun sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu; EG (Electric Gun) yang tidak menghasilkan fungsi full automatic pada senjata yang mengusung sistim tersebut dan AEG (Automatic Electric Gun) yang mampu memberondongkan ratusan peluru secara full automatic.
Type EG banyak diadaptasi oleh jenis pistol, dan digerakkan oleh 4 (empat) buah batere AAA dan sebuah dynamo kecil saja. Jadi, jika Anda mengharapkan sensasi tertentu dari jenis ini, silahkan kecewa. Karena jenis ini tidak se-reliable kakaknya dari jenis AEG. Dessert Eagle, Beretta M92FS, merupakan contoh dari seri electric gun ini.
Jika Anda seorang pemula atau seorang kolektor, jenis ini bisa Anda miliki sebagai barang koleksi.
Walaupun mekanismenya kurang realistis, jenis ini memiliki marking (tanda/cap) yang sama dengan senjata aslinya hingga cukup layak dikoleksi ketimbang produk lain yang lebih mahal.

Jenis yang memiliki mekanisme lebih maju dipegang oleh type AEG (Automatic Electric Gun). Selain mengusung motor berkekuatan tinggi, sumber tenaga yang digunakan juga merupakan batere kering dari jenis NiCad (Nickel Cadmium) atau NiMH (Nickel Metal Hybrid) yang biasa digunakan pada telpon selular (tetapi memiliki kemampuan lebih tinggi).

Image

Seperti pada penampang diatas, baterai akan menggerakkan motor yang dengan mekanisme mekanik akan menggerakkan piston yang akan bergerak maju-mundur melesatkan bb 6mm melalui larasnya.
Dengan baterai berkapasitas 600mAH hingga 3300mAH, dengan kekuatan 8,2V hingga 12V, ribuan butir bb plastik 6mm bisa dimuntahkan tanpa perlu mengisi ulang (charging) baterai. Alasan ini juga yang membuat banyak hobbyist mengkoleksinya untuk digunakan dalam permainan perang-perangan (airsoft wargames).
Anda penggemar film-film perang atau film action seperti Black Hawk Down, S.W.A.T, Windtalkers, We Were Soldier, The Rock, Navy Seals, The Heat, Bad Boys, dll. Kini dapat memiliki replika senjata-senjata yang banyak digunakan pada film-film tersebut.
Sebut saja M16-A1, M16-A2, M4A1 Carbine, M733, XM177E2, MP5-SD6, MP5-A5, AK47, Steyr AUG, FAMAS, dan banyak jenis lainnya telah diproduksi dalam jenis AEG-nya.

BEDA HARGA BEDA KUALITAS
Rata-rata airsoft gun diproduksi oleh produsen dari Jepang. Fabrikan-fabrikan airsoft terkemuka seperti Tokyo Marui, KSC, Maruzen, TOP, Hudson, dll dan juga beragam produsen aksesoris/custom shop seperti First Factory, Noda-ya, Sheriff, PDI seakan saling berlomba menciptakan/memproduksi beragam jenis replika senjata airsoft gun dengan kualitas yang terjaga.

Desain yang benar, bentuk yang sesuai, mekanisme penggerak yang baik dan tentu saja izin/lisensi dari pabrik pembuat senjata aslinya menjadikan produk-produk Jepang memiliki harga yang relatif lebih tinggi ketimbang produk-produk dari Taiwan, Korea, Hong Kong atau bahkan dari China.
Kalau produk airsoft gun dengan mekanisme sederhana, bentuk yang kurang menyerupai senjata aslinya dan menggunakan material dari bahan murahan bisa seharga puluhan ribu rupiah di pasar-pasar/toko mainan, produk airsoft gun dari Jepang ini bisa membanderol harga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah.
Anda harus jeli memperhatikan jenis-jenis airsoft gun, jika Anda memiliki tujuan untuk mengkoleksinya. Beberapa jenis buatan Taiwan, Korea atau China, kadangkala dapat merubah bentuk hanya sepintas mirip senjata aslinya saja.
Dan perbedaan paling jelas, tentu saja rata-rata produk Taiwan, Korea atau China belum memiliki lisensi dari pabrik pembuat senjata aslinya, sehingga mereka rata-rata hanya meniru bentuk, tetapi tanpa merk/brand atau marking.
Selain itu, material yang digunakan tentu saja berbeda. Mungkin tidak dapat diceritakan semuanya disini, Anda patut melihat, menimang dan menilainya sendiri.

Produsen Airsoft Jepang antara lain; Tokyo Marui, Maruzen, KSC, Shoei, Hudson, TOP, Tanaka, MGC, Marushin, dll. Sedangkan produsen dari Taiwan antara lain ICS, UHC, KHC, KWC, KWA, dll. Produsen dari Korea antara lain Monica Airsoft, Academy, Toystar, dll.

Bukan Untuk Senjata Beladiri
Walaupun bentuknya menyerupai bentuk aslinya, airsoft gun tetaplah merupakan sebuah mainan. Rancang bangun dan mekanisme dari airsoft gun sangatlah berbeda dengan senjata aslinya. Selain material yang digunakannya, sistim penggeraknya dirancang hanya sebagai mainan untuk koleksi ataupun olahraga (permainan peperangan) saja.
Rata-rata airsoft gun standard pabrik menghasilkan energi sebesar 1 joule, dengan kecepatan lesat bb (muzzle velocity) sekitar 280fps s/d 330fps (atau antara 90m/detik s/d 100m/detik).
Daya jangkau efektif rata-rata untuk jenis SPG adalah 5m, 10m untuk untuk GBB dan 20m untuk AEG.

Dengan mekanisme internal airsoft gun, bentuk dan material bb, energi yang dihasilkan dan jarak jangkaunya yang relatif pendek, mainan airsoft gun ini hanya mampu menghasilkan memar merah jika terkena pada bagian tubuh.
Tentu saja hal ini bisa berbeda ketika mengenai bagian mata atau muka dari jarak dekat. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan cedera serius pada pengguna yang terkena. Jangankan airsoft gun, sebuah garpu-pun kalau disalahgunakan dapat mengakibatkan cedera serius.
Untuk menghindari penyalahgunaan tersebut, AirsoftLand, melalui PT. Tiga Tunggal Sejati, yang juga merupakan importir senjata api resmi di Indonesia, telah melalui serangkaian ujicoba di MABES POLRI untuk menguji airsoft gun ini. Airsoft Gun telah dikategorikan sebagai mainan dengan peruntukkan untuk koleksi dan olahraga saja dengan batasan-batasan terhadap kepemilikannya.

Kepemilikan airsoft gun diizinkan dengan peraturan pembatasan umur (18+), pendataan pemilik, dan disertai surat keterangan yang memuat peraturan yang tidak memperkenankan mainan ini untuk dibawa-bawa.
Peraturan tersebut penting untuk ditaati agar tidak terjadi penyalahgunaan dari peruntukan kepemilikan mainan airsoft gun itu sendiri. Kepemilikan tidak resmi, seperti pembelian pada importir/pedagang tidak resmi dapat menimbulkan dampak negatif jika terjadi penyalahgunaan dari airsoft gun ini, yang tentu saja pada akhirnya nanti akan merugikan para pengguna/hobbyist airsoft itu sendiri.
Pembelian airsoft gun wajib menyertakan fotokopi KTP/SIM yang masih berlaku. Pas foto 2×3 sebanyak 4 (empat) lembar. Mengisi dan menandatangani formulir pemilikan.

Sebagian besar hobbyist airsoft menggunakan airsoft gun sebagai sarana dalam bermain perang-perangan (airsoft wargames) atau sebagai barang koleksi.
Sebagai benda koleksi, airsoft gun memang indah dipajang di ruang tamu maupun ruang kantor Anda.
Selain itu, rekan-rekan hobbyist airsoft, menggunakan perlengkapan militer lengkap dan tak lupa dengan perangkat airsoft gun-nya,untuk bermain peperangan (airsoft wargames) layaknya serdadu tempur maupun special forces unit.

Berdandan layaknya seorang serdadu, bermain peperangan, mengkoleksi jenis-jenis mainan senjata replika airsoft gun telah menjadi bagian dari seorang hobbyist airsoft. Bersama-sama dengan rekan sehobby, para hobbyist airsoft berkumpul, bermain dan bersama-sama membuat sebuah klub airsoft wargames.
Bragam klub atau perkumpulan penggemar airsoft wargames banyak bermunculan. Di Jakarta ada Code 4 Wargame Club, C-Company, Infinity, dll. Di kota lain seperti Surabaya, ada S.A.T (Surabaya Airsoft Team), C-4, G-Team, Yogyakarta ada Defcon 6, Medan dengan M.A.C (Medan Airsoft Club) dan Bandung dengan BAB (Barudak Airsoft Bandung). Selain dari klub-klub tersebut, masih banyak lagi klub-klub atau kelompok-kelompok yang menggandrungi airsoft gun ini.
Uniknya, secara rutin, minimal setahun sekali, para penggemar permainan airsoft tersebut saling bertemu dan berkumpul, untuk bermain bersama di tempat-tempat yang disiapkan oleh penyelenggara.
Tahun 2003 lalu, Code 4 Wargame Club mengundang rekan-rekan sehobby untuk berkumpul dan bermain bersama di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat. Pertemuan tersebut melibatkan 75 (tujuh puluh lima) orang peserta dari Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dan Bandung.
Mereka bermalam dalam tenda-tenda dua hari tiga malam dan bermain peperangan seperti layaknya pasukan yang sedang bertempur.

Jenis-Jenis Mainan Senjata Replika Airsoft Gun
Beragam jenis replika airsoft gun tersedia di dunia. Ratusan jenis pistol atau revolver dan puluhan jenis senapan dibuat oleh beberapa fabrikan dari Jepang, Korea, Taiwan atau Hongkong. Beberapa contohnya antara lain;

Sniper Rifles
• H&K PSG1
• H&K G3/SG1
• M82 Barret
• APS2
• M24
• dll

Assault Rifles
• Colt M16-A1, A2
• Colt XM177E2
• Colt AR15
• Colt M4A1 Carbine/RIS
• AK47/47S
• Steyr AUG
• FAMAS
• H&K G3/A3, A4
• FN P90
• Dll.

Submachine Gun
• H&K MP5-A2, A3, A4, A5
• Steyr TMP/SPP
• UZI
• M11 Ingram
• Dll

Machine Gun
• M60
• FN M249 Minimi
• MG42
• Dll

Handgun
• Colt 1911-A1, GM MKIV/70
• Glock 17, 18C, 19, 23, 26, 34
• Sig Sauer P226, P228, 2340
• Smith & Wesson Sigma
• Walther P99, PPK/S
• Beretta M92FS, M9 Mil, M1932, Cougar
• Strayer Voight SV Infinity
• STI Edge, Eagle
• Para Ordnance P14
• Tokarev T-33
• Dessert Eagle
• Dll

Shotgun
• Benelli M3 Super 90
• SPAS 12
• Remington M700
• Mossberg
• Dll
Dan masih banyak lagi…

AIRSOFTGUN JAJAL MEDAN LATIHAN TEMPUR TNI..

Posted by rixco on Dec 21, ’08 10:16 PM for everyone

Satu regu pasukan bersenjata lengkap mengendap memasuki wilayah musuh. Tiap orang menyandang aneka jenis senjata serbu macam Heckler and Koch MP5, AK-47, FNC, Steyr, bahkan juga senapan mesin ringan jenis baru M60. Tidak lupa, di pinggang mereka juga ada sepucuk pistol aneka jenis—Berreta, Colts, dan Glocks. Tubuh mereka pun dilindungi rompi antipeluru, peralatan komunikasi antarpasukan, dan tidak ketinggalan helm plus pelindung mata.


Mereka tidak menyadari bahwa gerakan mereka rupanya telah diketahui lawan. Sebelum regu itu mendapatkan posisi yang ideal, seorang anggota pasukan musuh yang sedari tadi mengintai gerakan mereka segera mengontak komandannya.”Heâd” coming, heâd coming,infonya. Tiba-tiba, Blaar!, ledakan keras terdengar. Sedetik kemudian kontak tembak pun terjadi.

Adu senjata antarpasukan terlatih itu berlangsung sekitar 15 menit. Ratusan peluru pun bermuntahan. Masing-masing berusaha mendapatkan sasarannya.

Selain adu tembak, kedua pasukan itu juga adu strategi. Komandan pasukan penyerang sibuk memberi komando kepada anak buahnya untuk maju atau bertahan. Dia tidak menyangka kedatangannya diketahui pasukan musuh. Tiba-tiba sebutir peluru menghunjam tubuhnya. Dia pun berteriak sambil menjatuhkan badannya ke tanah yang agak basah karena gerimis yang mulai turun. ”Hit, hit!” teriaknya keras, agar musuh tidak menembaknya lagi.

Tiba-tiba bunyi peluit terdengar. Seluruh pasukan berhenti menembak. Perang diulang, perang diulang lagi dari awal, kata seorang pria yang bertugas sebagai wasit. Kedua pasukan pun keluar dari posisi masing-masing dan kembali ke posisi awal. Permainan sengaja dihentikan dan diulang karena ada pasukan yang menembak dari balik pagar. Padahal, berdasarkan kesepakatan, dilarang menembak dari luar arena yang sudah ditentukan. Tak lama kemudian, dar-der-dor terdengar lagi, perang-perangan dimulai lagi.

Begitulah suasana permainan perang-perangan yang dibuat semirip mungkin dengan situasi perang yang sebenarnya. Para pemeran serdadu itu menggunakan perlengkapan, senjata, medan pertempuran, serta strategi menyerang dan bertahan seolah dalam perang sungguhan, kecuali senjata yang mereka gunakan. Meski sangat mirip dengan senjata sungguhan—baik bentuk maupun ukurannya—senjata itu tidak bisa diisi peluru betulan. Sebagai gantinya, mereka menggunakan peluru bulat yang terbuat dari plastik. Itulah sebabnya perang jenis ini memerlukan wasit, dan wasit bisa menghentikan pertempuran sewaktu-waktu. Sudah tentu tak ada yang tewas karena perang; serdadu yang tertembak bisa berdiri kembali dengan segar-bugar.

Inilah yang disebut permainan Airsoft War, berkembang di Jepang sejak 10 tahun silam. Sedangkan senjata permainan ini berumur lebih tua lagi: dari tahun 1886. Pada abad ke-19 itu, Clarence Hamilton—seorang penemu asal Plymouth, Amerika Serikat—menawarkan sebuah mainan mirip pistol betulan dengan peluru bola timah berukuran kecil dan pelontar berupa udara yang dimampatkan, kepada sebuah pabrik pembuat penggilingan.

Mulanya, senjata mainan yang dinamakan BB Gun itu (BB merupakan singkatan dari ball bearing) dijadikan bonus yang diberikan kepada para petani yang membeli penggilingan, hadiah bagi anak-anak para petani itu. Ternyata kemudian, permintaan senjata mainan ini kian hari kian banyak. Akhirnya, pabrik itu berhenti memproduksi dan menjual penggilingan, lalu beralih menjadi perusahaan pembuat senjata dengan nama Daisy Manufacturing Company, Inc.

BB Gun segera menjadi tren di kalangan anak muda Amerika, tapi mencemaskan bagi para orang tua. Banyak orang tua melarang anak-anak mereka memiliki BB Gun. Alasannya, meskipun hanya mainan, ada juga yang sampai terluka karena senjata itu. Mungkin itu sebabnya BB Gun tak berkembang sampai pada tahun 1970-an.

Pada tahun1970-an itu, muncullah yang dinamakan senjata airsoft, pengembangan dari BB Gun. Senjata airsoft dibuat untuk meredam kekhawatiran para orang tua sambil tetap memenuhi hasrat anak-anak yang ingin merasa menjadi tentara. Peluru timah pun diganti peluru plastik. Kemudian, teknologi pelontar diganti dengan teknologi gas yang dimampatkan (mirip pada senjata dalam permainan paintball).

Meski asal-muasal senjata airsoft dari Amerika, permainan ini marak di Jepang. Berbeda dengan di Amerika yang para airsofter-nya para remaja, penggemar airsoft di Negeri Sakura umumnya orang dewasa. Orang pun berteori bahwa itulah cara orang Jepang berkompensasi atas kekalahan mereka dalam Perang Dunia II. Sebagai negara yang kalah perang, Jepang dilarang memproduksi senjata. Juga, warga Jepang dilarang memiliki senjata api.

Untuk memenuhi permintaan yang cukup tinggi, bermunculanlah industri rumah tangga pembuat senjata airsoft. Di antara industri rumah tangga itu, yang terkenal yakni Asahi, Falcon Toy Corp., Maurushin, Maruzen, dan Toytec.

Semakin lama, senjata airsoft makin mirip aslinya, dan sejumlah kelemahan pun bisa dipecahkan. Misalnya, sampai akhir 1980-an, senjata mainan itu dirasa kurang praktis karena kompresi gas yang ada pada senjata itu tidak praktis. Seorang pemain harus membawa banyak tabung gas agar senjata bisa digunakan dengan baik. Selain itu, daya pampatan gasnya juga kurang andal melontarkan peluru dalam jarak jauh, dan jalannya peluru sering tidak akurat.

Pada awal 1990-an, keluhan para serdadu pura-pura itu mendapat solusi dengan kemunculan auto-electric guns (AEG). Pelontar gas diganti dengan pelontar motor listrik yang mendapat energi dari baterai. Teknologi ini dirasa lebih praktis meski tak bisa digunakan ketika hujan. Sejak saat itulah boleh dikata permainan airsoft mulai marak, terutama di Jepang dan Hong Kong, diikuti negara-negara Eropa, Amerika, dan akhirnya sampai juga di Indonesia.

Permainan airsoft ini pada dasarnya memang ditujukan bagi mereka yang memiliki hobi dan menyenangi semua hal yang berbau militer. Mereka pun mendapat sambutan yang baik dari pihak militer di masing-masing negara. Selain pihak militer (sebenarnya) meminjamkan sarana untuk permainan airsoft, tak jarang pula mereka meminjamkan senjata sesungguhnya kepada para airsofter.

Di Indonesia, khususnya di Jakarta, organisasi para pecandu airsoft yang memiliki anggota cukup besar adalah Indonesian Airsoft Gun and Wargames Enthusiast Club atau yang biasa disebut dengan Code4. Istilah Code4 sendiri berasal dari istilah militer yang berarti Mission Accomplished yang artinya misi telah diselesaikan.

Organisasi yang didirikan pada tahun 2001 ini bisa disebut sebagai pionir dalam pembentukan wadah bagi para penggemar permainan dengan menggunakan senjata aspal alias senjata asli tapi palsu itu.

”Pada dasarnya, anggota kami adalah calon tentara yang gagal, ha-ha,-ha,” ujar Irwan H. Nuswanto, pendiri sekaligus Ketua Code4, sambil tertawa. Kini, Code4 memiliki anggota 58 orang. Mereka datang dari berbagai hobi, tapi punya kesamaan dalam hal menggemari apa pun yang berbau militer, misalnya ada yang kolektor senjata tiruan, atlet menembak, kolektor souvenir militer, pencinta alam, penggemar games militer di komputer. ”Semuanya bergabung di organisasi ini untuk mewujudkan obsesinya serealistis mungkin,” kata Irwan.

Layaknya organisasi militer, mereka pun memiliki 16 tingkat kepangkatan, dari prajurit sampai jenderal. Kepangkatan itu diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Untuk seragam, mereka menggunakan seragam tempur yang dipergunakan oleh pasukan Ranger Kerajaan Swedia. ”Penggunaan seragam itu bukan karena sok-sokan. Kami memang mengagumi tentara Swedia, dan kami melarang anggota Code4 menggunakan seragam TNI,” tutur Irwan pula. Alasannya? Selama TNI dianggap sesuatu yang punya hubungan emosional dengan TNI, pada seragam itu melekat kesejarahan yang mencitrakan perjuangan dengan segala konsekuensinya—kerja keras, pengorbanan, darah, dan air mata.

Namun, tak sebagaimana tentara betulan, di organisasi airsoft ini yang berpangkat rendah tidak perlu memberi salam hormat jika bertemu dengan mereka yang memiliki pangkat lebih tinggi. Selebihnya, berkaitan dengan senjata dan perang, yang terjadi dalam perkumpulan airsoft mirip di dunia militer sebenarnya, misalnya dalam hal memperlakukan airsoft gun. Dalam hal membersihkan dan meletakkan senjata, ketentuan yang ada di ketentaraan sebenarnya diberlakukan.

Seperti halnya di negara lain, Code4 juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan war games di sejumlah instalasi militer, misalnya di Pusat Pendidikan Paspampres di Lawang Gintung (Bogor), lokasi latihan Kopassus TNI-AD di Situ Lembang (Bandung), Lapangan Tembak Paskhas TNI-AU di Lanud Sulaiman (Bandung), Kawasan Pelatihan Marinir di Karang Pilang (Jawa Timur), serta di Pangkalan Brimob, Kelapa Dua, Depok (Jawa Barat).

Meskipun sudah dikatakan berkembang baik, hingga saat ini permainan airsoft masih belum memiliki sistem penilaian yang baku. Apalagi, saat ini masih belum ada cara yang pas untuk mengetahui secara pasti seorang peserta yang terkena tembakan. Satu-satunya cara yang saat ini dipergunakan untuk mengetahui seorang peserta terkena tembak adalah pengakuan dari si peserta. Caranya, ya peserta diminta jujur, bila terkena peluru plastik itu, peserta mesti segera berteriak: “hit” Tipe permainan ini memang sportif dan fun, peserta tidak perlu ngotot untuk menjadi pemenang, ujar Irwan.

Sayang, permainan airsoft masih tergolong permainan mahal. Harga sebuah senjata airsoft tipe senapan serbu (rifles) paling murah Rp 4,5 juta. Sedangkan sebuah pistol (hand gun) dijual dengan harga terendah Rp 1 juta. Belum lagi perlengkapan lainnya: rompi, alat komunikasi, seragam, peluru, serta gas atau baterai untuk mengaktifkan senjata.

Kata orang, masa kanak-kanak tak pernah mati dalam diri kita. Airsoft game adalah salah satu buktinya. Dulu, kita bermain perang-perangan dengan senapan dari tangkai daun pisang atau sebilah bambu. Wajah pun dicoreng-moreng dengan arang, dan topi baju dibuat dari kertas koran. Kini, teknologi memungkinkan kita mengganti tangkai daun pisang dan bambu dengan senapan yang sangat mirip senjata sebenarnya.

KOMPETISI AIR SOFT GUN

Siang itu, Minggu 11 November 2007 di stadion mini Universitasimg_4741 Palangkaraya nampak dua regu pasukan saling menyerang, bergerak menyelinap diantara drum dan tumpukan ban-ban bekas menerobos ke daerah lawan dan mencoba melumpuhkan pertahanan musuh untuk merebut bendera pada benteng pertahanan. Baku tembak tidak dapat dihindarkan oleh kedua belah pihak, tet…tet…tet. Riuh sorakan penonton terdengar dari pinggir lapangan ketika salah seorang peserta terkena tembakan musuh. Ternyata itu hanyalah perlombaan olahraga dengan skenario pertempuran kategori perebutan bendera musuh (get the flag) dalam Event Airsoft Gun Competetion 2007 dengan sandi operasi Balck War yang diprakarsai oleh P.A.C (Palangkaraya Airsoft Club) dan didukung oleh Perbakin Kota Palangkaraya, PT. Jaya Bersama, Bunder Desaign, Petra Celuler, Djarum Black dan Kalteng Pos. Dalam perlombaan yang menggunakan airsoft gun (senjata reflika) menggunakan peluru dari butiran plastik ini diikuti 12 Tim, masing-masing : DA Team (Kalteng), Kapos Team (Kalteng), Predator (Kalteng), Falco Kehutanan (Kalteng), Djarum Team (Kalteng), Triple X (Kalteng), Samarinda Airsoft Team (SAS Kaltim), Awanglong Squad Tenggarong (AWS Kaltim), Rainbow Hill Airsoft Sangatta (Kutim), Beruang Madu Balikpapan (Kaltim), Tarakan Airsoft Gun Engagement Team (Target Tarakan).


Pada Event Airsoft Gun Competetion 2007 ini, selain kategori perebutan bendera musuh (get the fag) juga diperlombakan kategori tembak sasaran dan tembak reaksi serta army look (Peragaan busana). Tim-tim yang berlaga silih berganti menyelesaikan perlombaan dengan berbagai kategori meskipun acara sempat terhalang oleh hujan, namun para peserta tetap antusias menyelesaikan kompetisi. Ketua Panitia Anwar Sanusi mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk menjadikan olahraga airsoft gun sebagai kegiatan yang positif bagi masyarakat Palangka Raya. Selain itu, guna menciptakan wadah komunikasi antar pengemar olehraga airsoft gun se Kalimantan Tengah khususnya dan regional Kalimantan pada umumnya serta dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan pada bulan November 2007.

Akhirnya, kontingen airsoft gun asal Kalimantan Timur yang keluar sebagai Juara Umum disusul oleh DA Team (Kalteng) dan Falco Kehutanan (Kalteng). Adapun hasil Airsoft Gun Competetion 2007 dengan sandi operasi Balck War di Palangkaraya :

Kategori Perebutan Bendera Musuh (get the flag) :
Juara I : DA Team Palangkaraya
Juara II : Kaltim A
Juara III : Kaltim B

Kategori Tembak Target/Sasaran :
Juara I : Dito (Kaltim)
Juara II : Suwardi (Falco Kehutanan)
Juara III : Janu (DA Team Palangkaraya)

Kategori Tembak Reaksi :
Juara I : Dito (Kaltim)
Juara II : Suwardi (Falco Kehutanan)
Juara III : Janu (DA Team Palangkaraya)

The Best Team : Kaltim
The Best Player : Dito (Kaltim)

Model Army Look Cewek :
Juara I : Maharani
Juara II : Setni
Juara III : Herdian

Model Army Look Cowok :
Juara I : Beben
Juara II : Nobel
Juara III : Adit

Selamat buat para juara, terutama peserta dari Kalimantan Timur yang tidak sia-sia datang dari jauh. Dan yang pasti selamat buat komunitas penggemar airsoft gun Palangkaraya yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Bravo.

Tren Baru Penggemar Senjata Replika


JAKARTA – Hutan semak dan rerumputan itu betul-betul diliputi ketegangan. Beberapa orang berseragam hijau loreng terlihat mengendap-endap. Menghunus senapan mesin, matanya tajam mengawasi batas wilayah musuh di seberangnya.

Perlahan, jaraknya semakin dekat dan kian mendebarkan. Benar, saja. ”Serbu!” aba-aba seorang pria berpakaian dan masker hitam, dari balik semak. Sigap, ia berlari sambil memuntahkan pelurunya. Tampak, tiga rekannya memberikan tembakan perlindungan.
Terang, aksinya memicu berondongan senjata yang disertai teriakan-teriakan bernada penyerbuan antarkedua belah pihak. Sengit, dan cukup lama berlangsungnya.
Adegan seru tersebut bukanlah rekaman pertempuran di hutan pegunungan Nangroe Aceh Darussalam. Dua pihak berseteru tadi hanyalah ”perang-perangan” di antara para penggelut hobi Airsoft Gun atau penggemar koleksi senjata replika di hutan buatan Patriot, Tangerang. Sebuah tren baru di kalangan pria penggemar simulasi perang dan senjata di Indonesia.
”Awalnya, hobi ini dimulai di Amerika Serikat. Tetapi, pesatnya perkembangan industri Airsoft dan kolektor replika di Asia, jumlah penggemarnya justru meningkat di Jepang, Hong Kong, Taiwan dan Korea,” tutur Irwan H. Nursanto, penggagas berdirinya Code 4, sebuah klub penggemar Airsoft di Jakarta. Menurut Irwan, senjata yang dikumpulkan adalah senjata yang tak dapat digunakan atau hanya tiruan belaka dengan ukuran beragam.
Tapi kini, melihat bentuk, ukuran, berat maupun fungsinya, sudah kurang tepat lagi disebut replika. Kenyataannya, Airsoft bisa meniru bentuk dan tekstur asli, dan juga memiliki ukuran yang identik dengan perbandingan 1:1 dengan senjata api sebenarnya.
Kebanyakan senjatanya terbuat dari plastik kualitas tinggi berbahan ABS Resin atau ABS Plastics. Tetapi senjata itu pun bisa menggabungkan diri dengan aksesori dan part dari bahan logam. Jadi, jangan heran, jenis terakhir Airsoft telah tersedia dalam bentuk dan fitur full metal.

***
Merunut sejarahnya, produsen mainan di Asia adalah produsen pertama Airsoft. Mereka mengembangkan sistem pegas untuk melontarkan peluru 6 mm yang kerap digunakan dalam Airsoft. Namun produksinya masih terbatas pada jenis pistol, itu pun hanya bisa menembakkan satu peluru per tembakan.
Sebutlah pistol mainan jenis Smith & Wesson 9 mm. Pada era 1987, ”Si Bongkok” yang dipakai dalam film Miami Vice itu cukup banyak penggemarnya, termasuk Irwan. Untungnya, pistol pegas ini sudah beredar di toko-toko mainan di Indonesia. Jenisnya pun semakin beragam, sehingga mudah ditemukan, termasuk jenis Colt 45, Smith & Wesson, Beretta, Dessert Eagle, Cougar.
Menjelang akhir 1997, perkembangan senjata mainan terus meningkat. Tak cuma pistol, namun juga merambah ke jenis SMG – Small Machine Gun (senapan ringan otomatis) dan Rifles (senapan serbu). Maka, beredarlah jenis senjata macam H&K MP5-A3, M-16 A1, Scorpion, UZI, Ingram di Indonesia. ”Paling mantap MP-5, bisa pakai red pointer dan flash light untuk peperangan di malam hari,” terang Irwan pengoleksi replika laras jenis M-4 A1, Ingram M-11, serta handgun Baretta M-92, Glock-17, USP Compat dan STI Highbrid itu.
Boleh jadi, sejak itulah Airsoft berkembang pesat. Maklum, produk-produknya sudah menggunakan gas khusus (CFC/HFC) sebagai tenaganya. Memang, konsepnya masih meniru sistem airgun (senjata gas) asli. Namun peniruannya hanya mengambil dari senjata bertipe gas khusus bertekanan rendah, alhasil hanya memuntahkan peluru plastik 6 mm.
”Sebetulnya, airgun sendiri bisa menembakkan peluru logam dengan bentuk dan ukuran yang sama, apalagi jenis-jenisnya semakin berkembang,” imbuh pria kelahiran Bandung 17 Oktober 1970 itu. Kala itu, jenis pistol dan senapan mesin sudah memakai sistem gas, tapi sayangnya cenderung menjadi tidak realistik. Pasalnya, jika jenis pistol menggunakan magazine sebagai wadah penyimpan gasnya, tipe senapan mesin justru memakai pipa yang terhubung pada tabung gas.
Canggih, realistik dan bertenaga. Itulah Airsoft kini. Dari segi berat pun semakin mirip dengan berat senjata aslinya. Realistik, sebab sudah diterapkannya sistem blowback (memberikan hentakan cukup besar ketika menembakkan peluru).
Akurasi penembakan pun semakin baik dengan hadirnya sistem Hop-Up. ”Sistem inilah yang bikin peluru meluncur lurus pada jarak yang lebih jauh,” imbuh Irwan. Bahkan, masih menurut Irwan, untuk beberapa jenis pistol bisa memuntahkan peluru sekaligus secara otomatis (trigger), seperti pada senapan mesin yang sebenarnya.
Pada beberapa senjata tipe lama, jarak tembak efektifnya berkisar hanya 5 sampai 10 meter. Tapi kini, kemampuan senapan Airsoft bisa mencapai jarak efektif hingga 30 meter. Malah tipe modifikasinya dapat meluncur deras sampai jarak 50 meter.
Jarak rata-rata efektif senjata mainan jenis pistol berkisar 10 meter. Sementara jenis senjata bertenaga elektrik seperti senapan mesin ringan SMG atau serbu bisa mencapai 20 meter.

Kian Canggih
Seiring pesatnya kemajuan teknologi, Airsoft pun menerapkan penggunaan komponen elektronik dan tenaga listrik dengan part yang juga semakin canggih. Di kalangan penggemar Airsoft, jenis ini biasa disebut AEG (Automatic Electric Gun).
”AEG bisa melontarkan peluru secara otomatik dan elektronik,” ungkap Irwan. Hebatnya, hanya senapan jenis inilah yang dapat merengkuh jarak tembak terjauh dengan kecepatan lebih cepat dari produk yang sudah dijelaskan Irwan sebelumnya.
Sebagai tenaga pelontar peluru, AEG menggunakan baterai 8.4 sampai 12 volt (modifikasi) dengan kapasitas 600 mAH sampai 3.000 mAH (modifikasi). Baterai yang lazim digunakan adalah jenis NiCD seperti baterai pada radio control sebesar 8.4 sampai 9.6 volt berkapasitas standar 600 mAH hingga 1.300 mAH.
Mereka yang kadung menggemari koleksi replika tentu berdecak kagum akan kecanggihan AEG. Apalagi, jika melihat jenis terakhirnya yang sudah terbuat dari bahan logam. Beratnya mirip senjata aslinya, dengan tingkat kemiripan rata-rata sekitar 70 sampai 80 persen atau 98 hingga 102% pada tipe full metal.
”Pada akhirnya, Airsoft lebih mendekati simulasi militer, ketimbang main perang-perangan,” tambah Irwan, tersenyum. Kian serupa dengan aslinya, membuat Airsoft kian terlihat sangar, meskipun hanya memuntahkan proyektil peluru tiruan berbahan plastik berukuran 6 mm.
Dengan power yang kecil, beberapa senapan tipe lama menggunakan peluru seberat 10 gram. Sementara itu, tipe peluru 10 sampai 25 gram lazim dipakai pada senjata mainan yang beredar hingga detik ini.
Lain halnya dengan tipe peluru 30 sampai 45 gram. Terbuat dari material plastik khusus atau logam, tipe ini kerap digunakan pada senjata mainan yang telah dimodifikasi macam AEG.
Namun jangan salah, peluru berbentuk bulat dengan berat 10 sampai 45 gram itu bisa membuat kulit korban yang tertembak memar kemerahan. Maklumlah, kecepatan rata-rata peluru pada senjata tipe lama saja mencapai 250 fps (feet per-second), sedangkan tipe terakhir berkisar sampai 350 fps. Sebagai catatan, kecepatan 350 fps ke atas merupakan tembakan pada senjata hasil modifikasi.
Jika dikonversikan, kecepatan peluru 250 fps kira-kira sekitar 75m/detik, dan kecepatan 350 fps, -kecepatan yang lazim pada tipe senjata mainan Airsoft terkini kira-kira sekitar 105 m/detik. Kalau sudah begini, bisa Anda bayangkan adrenalin yang berloncatan, saat dihadang musuh di jarak tembak sepuluh meter?

HARGA-HARGA PERALATAN AIR SOFT GUN

BARRACKS Airsoft
081330131313 – 03170404040

http://barracksairsoft.com

http://barracksairsoft.com/newitems

Procedure:
Retail = no minimum order + bonus gas per item handgun
Rare Item = no bonus gas

How to order:
Hubungi kami melalui email atau sms..
Transfer hari ini, konfirmasi, barang kami kirim paling lambat jam 15:00

———
GAS:
———
Gas GreenGas 1000ml / Toyjack 1100ml = 150,000
KWC Green Gas 1000ml = 190,000
Gas G-1000 New Poweful Formula = Tokyo Marui Bomber Gas = 250,000

——————-
M9 FAMILY:
——————-
KJWorks M9 = 2,000,000
KJWorks M9 Silver = 2,200,000
KJWorks M9 Tactical Edition = 2,500,000
KJWorks M9 Full Metal Black = 3,000,000
KJWorks M9 Full Metal Silver = 3,000,000 [rare item]
KJWorks M8000 = 2,000,000
KJWorks M8000 Silver = 2,200,000
STTi M9 Non Blowback Silver = 550,000 [rare item]

M9 Paket:
—————-
KJWorks M9 Full Metal Modified = 3,500,000
(1pc M9 Full Metal + 1pc GnP Tactical Rail + 1pc Tactical Grip Kayu + 1pc Green Gas)

KJWorks M9 Dual Tone Pair = 4,500,000
(1pc M9 + 1pc M9 Tactical + 2pcs Green Gas)

KJWorks M8000 Silver = 4,000,000
(2pcs M8000 Silver + 2pcs Green Gas)

—————————-
GLOCK FAMILY:
—————————-
KJWorks G23 Silver Metal Slide Polish = 3,000,000

———————
WE FAMILY:
———————
WE M1911 Full Metal Colt Government = 3,000,000
WE M1911 Full Metal Colt Government (marking) = 3,500,000 [rare item]
PARA 14.45 FULL METAL W/ ALUMINIUM SLIDE = 3,450,000
HI CAPA 3.8 BABY SILVER HOLLOW OUT SLIDE = 3,575,000
ALUMINIUM SLIDE HI CAPA 4.3 VERSION (MARKING) = 3,575,000
ALUMINIUM SLIDE HI CAPA 4.3 VERSION = 3,575,000
M1911 TACTICAL 3.8 FULL METAL W/ ALUMINIUM SLIDE = 3,325,000
HI CAPA 5.1 II = 3,575,000
HI CAPA 5.1AC COLOR SILVER = 3,575,000
HI CAPA 5.1BB COLOR BLACK = 3,575,000
HI CAPA 5.1K = 3,575,000
HI CAPA 5.2K VERSION = 3,975,000

———————–
KWC FAMILY:
———————–
KWC gbb P99 = 2,000,000
KWC Desert Eagle 5.0 gbb Metal Slide = 3,800,000

———————–
CO2 FAMILY:
———————–
WE HiCapa 5.1 Full Metal CO2 = 3,500,000
KJWorks M1934 Full Metal w/ CO2 Magazine = 2,500,000
KWC CO2 Zigma mtl sld gbb with silencer and case = 3,750,000
KWC CO2 Desert Eagle 5.0 mtl sld gbb with case = 4,350,000
KWC CO2 M92FS Barreta mtl slide with case = 3,750,000
KWC CO2 Mini Uzi metal version with case = 5,300,000
KWC CO2 Fixed slide metal Sig Pro = 1,150,000
KWC CO2 Fixed slide Taurus = 1,150,000

——————————-
UHC Gas Revolver
——————————-
ABS HEAVY WEIGHT AS REAL AS ORIGINAL
(M-586 4") = 1,500,000
(M-29 6") = 1,500,000
(M-29 4") = 1,500,000

——————————
UHC Air Revolver
——————————
ABS HEAVY WEIGHT AS REAL AS ORIGINAL
(M-357 2.5") = 775,000
(M-19 6") = 925,000
(M-19 4") = 775,000

———————–
UHC Gas Gun
———————–
ABS HEAVY WEIGHT AS REAL AS ORIGINAL
(VP-70M) Gas Blowback (Limited Edition = Tanio Koba) = 4,325,000

————–
PARTS:
————–
Magazine
KWC extra mag co2 Zigma series = 950,000
KWC extra mag co2 Desert Eagle series = 1,050,000
KWC extra mag co2 Baretta = 1,050,000
KWC extra mag co2 Mini Uzi = 1,175,000
KWC extra mag co2 Sig Pro = 650,000
KWC extra mag co2 Taurus = 650,000
KWC extra mag gbb Zigma = 525,000
KWC gbb P99 mag = 525,000
KWC Desert Eagle 5.0 gbb magazine standard = 625,000
WE M1911 MAGAZINE = 650,000
WE CO2 MAGAZINE = 1,150,000
WE GAS MAGAZINE FOR 3.8 = 725,000
WE GAS MAGAZINE FOR 5.1 / 4.3 = 725,000
Shell Revolver
KWC Shell cartridge for revolver series = 120,000
UHC Extra cartridge shell for revolver series = 75,000
Inner Parts
KWC Gas Valve for CO2 series = 200,000
KWC Gas Parts includes 250ml 134a Gas = 550,000
Slide
M1911 METAL SLIDE PART 3.8 FOR JE-45CQB = 1,050,000
M1911 METAL SLIDE WITH BARREL FOR JE-1911 = 2,100,000

————————————-
COLLECTORS EDITION:
————————————-
WE Baby HiCapa 3.8 Full Metal All Silver (body n grip) (marking slide w/ hole) = 3,500,000 [rare item]
KJWorks M9 Dual Tone Full Metal w/ tactical grip = 4,500,000 [rare item]
KJWorks M9 Dual Tone Full Metal Tactical Edition w/ tactical grip = 4,000,000 [rare item]
SRC AK47C Gold 24k Wood Limited Edition = 15,000,000 [rare item]
GAMO Spain Revolver Chief 2,5′ CO2 4,5mm (peluru senapan angin bulat n pellet) = 15,000,000 [rare item]
Tanaka Revolver Chief’s Special Black S&W M36.38spl Heavy Weight = 5,000,000 [rare item]
Tanaka Revolver Chief’s Special Silver S&W M60.38spl = 5,500,000 [rare item]
A&K Minimi M249 PARA = 4,400,000
A&K Minimi M249 MK2 = 4,400,000
Super Gas X-9 SWAT (complete set) = 5,000,000
Super Gas 9 without biports and tele = 2,700,000

ALL STOCK READY AND LIMITED!!!

NB:
Maaf kalo harganya mahal J J J

—————————————————————
BARRACKS Airsoft
Contact Person : eCkHo
Email :
me@barracksairsoft.com (primary)
eckhoeye@gmail.com
Phone :
Call&SMS: 081330131313, 03170404040
Call Only: 03160301313, 08884960379
Online:

http://barracksairsoft.com

http://barracksairsoft.com/ne witems
—————————————————————

RESE LLER? CONTACT US FOR BEST PRICE…
Negara Asal:Indonesia
Cara Pembayaran:Transfer Bank (T/T)
Jumlah:Sangat-sangat terbatas!

Harga: Mahal
Kontak: Tn. eCkHo
Telepon/Ponsel: 031-70404040 / 031-60301313, 081330131313
Alamat: Dharma Rakyat III/21 Tambaksari
Kota: Surabaya 60136, Jawa Timur – Gerbangkertasusila
Situs Web: http://barracksairsoft.com
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.